Fashion Show Daur Ulang Sampah Meriahkan Sanden Fair 2025

4 hours ago 3
Sejumlah Personel mengikuti fashion show unik berbahan limbah rumah tangga | Bantulkab.go.id

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski udara malam diguyur gerimis, antusiasme warga Kapanewon Sanden tak surut menghadiri pembukaan Sanden Fair 2025 yang digelar di halaman Kantor Kapanewon Sanden, Kamis (28/8/2025). Event yang akan berlangsung tiga hari ini resmi dibuka Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, dengan menampilkan berbagai produk lokal, atraksi seni budaya, hingga fashion show unik berbahan limbah rumah tangga.

Panewu Sanden, Deni Ngajis Hartono, dalam sambutannya menyebutkan pameran tahun ini lebih semarak dibanding edisi sebelumnya. Dengan dukungan Dana Keistimewaan (Danais) dan partisipasi masyarakat, Sanden Fair menjadi ajang untuk mengangkat potensi UMKM sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga.

“Total ada 25 stand yang ikut serta, mulai dari hasil pertanian seperti ketela dan bawang merah, produk UMKM, kerajinan tangan, hingga karya siswa. Pameran ini sekaligus wujud nyata Sanden sebagai gerbang selatan DIY,” jelas Deni.

Panggung Seni hingga Fashion Show Daur Ulang

Selain produk ekonomi kreatif, Sanden Fair juga menghadirkan berbagai pertunjukan kesenian dari anak-anak PAUD hingga kelompok masyarakat umum. Yang paling menyedot perhatian adalah parade busana hasil daur ulang sampah. Warga menampilkan pakaian dari plastik bekas, koran, hingga kemasan deterjen yang diolah sedemikian rupa hingga terlihat modis.

Aris Suharyanta yang hadir dalam acara pembukaan mengaku terkesan dengan kreativitas warga. “Siapa sangka barang bekas bisa disulap menjadi karya seni yang bernilai. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa Sanden Fair bukan hanya panggung perayaan, melainkan ruang untuk memperkuat UMKM yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Bantul. “Di dalam stand-stand ini terjadi transaksi nyata. Artinya, UMKM benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Aris.

Gairahkan  Ekonomi Gerbang Selatan DIY

Deni menambahkan, gelaran Sanden Fair tahun ini sekaligus bagian dari rangkaian HUT ke-80 Republik Indonesia di Kapanewon Sanden. Tema “Inovasi Kemandirian UMKM dan Budaya sebagai Daya Ungkit Potensi Gerbang Selatan DIY” dipilih untuk menegaskan peran Sanden sebagai kawasan strategis di bagian selatan Yogyakarta.

Harapan senada disampaikan Aris. Menurutnya, acara ini bukan hanya menghibur warga, tetapi juga menjaga budaya lokal sekaligus membangkitkan ekonomi. Ia berpesan agar masyarakat terus melestarikan tradisi serta menumbuhkan semangat baru menuju Indonesia Emas 2045.

“Bantul punya warisan perjuangan dari Sultan Agung hingga Pangeran Diponegoro. Semangat itu kini harus kita teruskan dalam bentuk kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi,” pungkas Aris.

Sanden Fair 2025 pun kian membuktikan diri sebagai pesta rakyat yang tidak sekadar menampilkan hiburan, melainkan juga menjadi wadah pengembangan potensi ekonomi, seni, dan budaya masyarakat di gerbang selatan Bantul. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|