Nama Mbak Tutut Dikaitkan Munaslub, Golkar Pastikan Tak Ada Pergantian Ketua Umum

2 days ago 8
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang sempat mengguncang Partai Golkar dipastikan tidak benar. Kepastian itu ditegaskan setelah Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia bersama jajaran pengurus inti partai beringin menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan pertemuan dengan Presiden sama sekali tidak membicarakan agenda Munaslub. Menurutnya, tidak ada alasan konstitusional maupun aturan organisasi yang bisa menjadi dasar untuk menggelar Munaslub.

“Tidak ada yang melanggar anggaran dasar maupun rumah tangga partai. Jadi spekulasi soal Munaslub itu dipastikan tidak benar,” tegas Doli di kompleks Istana Negara.

Silaturahmi dan Dukungan

Pertemuan tersebut disebut murni sebagai ajang silaturahmi antara elite Golkar dengan Presiden. Bahlil menuturkan, kehadirannya bersama sejumlah pengurus inti hanya untuk memperkuat komunikasi politik dengan kepala negara.

“Sebagai partai koalisi yang sejak awal mendukung Pak Prabowo, tentu Golkar akan terus memberikan dukungan dan masukan bagi pemerintah. Pertemuan ini semata-mata silaturahmi, tidak ada agenda khusus lain,” ujar Bahlil.

Beberapa nama pengurus teras Golkar yang hadir antara lain Luhut Binsar Panjaitan, Agus Gumiwang Kartasasmita, Sarmudji, Adies Kadir, Kahar Muzakir, Ace Hasan Syadzily, Meutya Hafid, Idrus Marham, Emanuel Melkades Laka Lena, Ali Mochtar Ngabalin, Nurul Arifin, Christiani Aryani, Airin Rachmy Diany, hingga Dyah Roro Esty.

Bantahan Campur Tangan Istana

Isu Munaslub belakangan makin kencang setelah beredar kabar bahwa Istana memberi restu pergantian Bahlil dari kursi ketua umum, bahkan menyebut nama Nusron Wahid sebagai calon pengganti. Namun, hal ini dibantah keras baik oleh pihak Istana maupun internal Golkar.

“Justru yang kami dapat, Pak Presiden menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Pak Bahlil,” jelas Doli.

Hal senada disampaikan Bahlil. Ia menegaskan, tidak ada pembahasan mengenai pergantian ketua umum. Menurutnya, Golkar solid berada di barisan pemerintah dan akan tetap tegak lurus mendukung Prabowo-Gibran hingga 2029.

Menepis Isu Lama

Isu Munaslub di tubuh Golkar bukan hal baru. Sejak Bahlil terpilih secara aklamasi menggantikan Airlangga Hartarto dalam Munas XI pada Agustus 2024, gosip adanya faksi internal yang tidak puas terus bergulir. Belakangan, isu itu diperkuat dengan kabar bahwa Siti Hardianti Rukmana (Mbak Tutut) akan kembali merapat ke Golkar.

Meski begitu, Bahlil memastikan bahwa tidak ada alasan bagi partai untuk menggelar Munaslub. Ia menegaskan, kepemimpinannya sah secara konstitusi dan mendapat legitimasi penuh dari kader.

“Kami makin yakin dengan arah yang dijelaskan Presiden hari ini, mulai dari komitmen pemberantasan korupsi, peningkatan pendapatan negara, hingga program langsung yang menyentuh rakyat. Itu membuat kami semakin solid mendukung pemerintah,” ujar Doli menambahkan.

Dengan pertemuan ini, Golkar menegaskan kembali posisinya sebagai partai koalisi yang berdiri kokoh di belakang pemerintahan Prabowo Subianto. Isu Munaslub pun dinyatakan hanya sebatas spekulasi politik tanpa dasar yang kuat. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|