Rumah Eko Patrio dan Uya Kuya Digeruduk Massa, Kediaman Ahmad Sahroni Dijarah

14 hours ago 5
Ilustrasi penjarahan | Kreasi AI

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gelombang kemarahan warga terhadap sejumlah anggota DPR RI kembali pecah. Sabtu (30/8/2025) malam, kediaman dua politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Patrio dan Uya Kuya, didatangi massa secara bergantian.

Sebelumnya, pada sore hari di hari yang sama, rumah Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, lebih dulu porak-poranda. Massa yang semula berorasi di depan rumah, kemudian berubah menjadi aksi penjarahan. Berbagai barang rumah tangga hingga koleksi pribadi ikut raib.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah orang mengangkut perabotan mewah, alat elektronik, hingga dokumen penting milik Sahroni. Bahkan dua patung ikonik Iron Man dan Spider-Man yang menjadi koleksi pribadi ikut diangkut. Seorang warga sekitar menyebut massa berdatangan dari berbagai kawasan di Jakarta Utara, mulai dari Bahari, Cilincing, hingga Kemayoran.

Aksi itu diduga dipicu oleh pernyataan Sahroni yang menyebut desakan pembubaran DPR sebagai “mental orang tolol sedunia”. Ucapan tersebut menyulut kemarahan publik di tengah gelombang demonstrasi menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR.

Tak lama berselang, amarah warga juga tertuju ke rumah Eko Patrio dan Uya Kuya. Kedua artis sekaligus anggota DPR RI itu sempat menuai kritik tajam setelah terekam berjoget ria dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 15 Agustus lalu. Momen tersebut dinilai tidak peka, lantaran terjadi hanya beberapa hari setelah kabar kenaikan gaji dan tunjangan dewan mencuat ke publik.

Dalam rekaman warga, massa terlihat masuk ke rumah Eko Patrio dengan membawa karung dan koper berisi barang-barang dari dalam rumah. Sementara di kediaman Uya Kuya, kerumunan warga memenuhi hampir seluruh ruangan hingga lantai atas. Teriakan “hancurin!” terdengar bersahut-sahutan, disertai aksi perusakan sejumlah perabot.

Situasi memanas itu makin mempertebal gelombang kritik terhadap perilaku sejumlah anggota DPR yang dianggap jauh dari empati. Dalam beberapa hari terakhir, demonstrasi menolak kenaikan tunjangan DPR juga meluas ke berbagai kota besar di Indonesia.

Seiring eskalasi situasi, tiga anggota DPR yang berlatar belakang artis akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik. Mereka adalah Nafa Urbach (Fraksi NasDem), Eko Patrio, dan Uya Kuya (keduanya Fraksi PAN).

Nafa Urbach, yang sempat mendukung tunjangan rumah Rp 50 juta bagi anggota dewan, mengunggah video permintaan maaf di akun Instagram pribadinya. Ia mengakui ucapannya menyinggung masyarakat dan berjanji akan lebih berhati-hati.

Permintaan maaf serupa juga disampaikan Eko Patrio melalui video berdurasi dua menit. Ia mengaku menyesal atas kegaduhan yang timbul dan berkomitmen untuk lebih bijak dalam bersikap.

Sementara itu, Uya Kuya juga muncul lewat akun media sosialnya. Ia meminta maaf dan berjanji memperbaiki diri serta lebih berhati-hati dalam menjalankan peran sebagai wakil rakyat.

Gelombang protes terhadap DPR sendiri dipicu oleh isu kenaikan gaji dan tunjangan yang nilainya disebut mencapai lebih dari Rp 100 juta per bulan. Puncaknya, aksi besar-besaran di depan Gedung DPR RI, Senayan, pada 25 Agustus lalu memanas hingga menimbulkan bentrokan yang menewaskan seorang pengemudi ojek online.

Sejak saat itu, aksi-aksi serupa terus bergulir di berbagai daerah, dan puncaknya pada Sabtu (30/8/2025), amarah warga meledak hingga menyasar langsung rumah para anggota dewan. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|