Setuju Tunjangan DPR Dibatalkan, Demokrat Siap Dengar Suara Publik

7 hours ago 4
Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Gelombang protes terkait tunjangan anggota DPR yang dianggap berlebihan mendapat respons dari Partai Demokrat. Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan partainya mendukung langkah pembatalan tunjangan yang menuai kritik publik.

Pernyataan itu disampaikan Ibas saat hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025). Ia bersama sejumlah elite partai politik memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto di tengah eskalasi aksi demonstrasi yang pecah sejak sepekan terakhir di berbagai kota.

“Tentu kami setuju. Segala hal yang menyangkut uang negara harus dipastikan kembali pada kepentingan rakyat,” kata Ibas. Menurutnya, Demokrat tak ingin menutup telinga atas keresahan publik.

Seperti diketahui, DPR menjadi sorotan lantaran besarnya fasilitas tunjangan yang diterima anggotanya, termasuk Rp 50 juta per bulan untuk tunjangan rumah, di luar gaji pokok dan tunjangan lain. Jika digabungkan, total penerimaan legislator ditaksir lebih dari Rp 100 juta saban bulan.

Permintaan Maaf di Pacitan

Sehari sebelumnya, Sabtu (30/8/2025), Ibas juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Fraksi Demokrat dalam forum Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Anggota FPD DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota Gelombang I yang digelar di Museum SBY-ANI, Pacitan, Jawa Timur.

Dalam pidatonya bertajuk “Demokrat Hadir untuk Rakyat: Mendengar, Bekerja, dan Menjaga Nilai Kebangsaan”, ia meminta seluruh kader Demokrat di parlemen melakukan introspeksi. “Kami siap dikritisi, siap dievaluasi, dan terus menjadi bagian dari aspirasi masyarakat. Dengarlah rakyat, bantulah rakyat,” tegasnya.

Ibas yang juga Wakil Ketua MPR itu mengingatkan anggota fraksinya agar menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku yang senantiasa berpihak pada kepentingan publik. Ia juga mengutip pesan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): “Mulutmu harimaumu.”

Seruan Menjaga Kondusivitas

Meski memahami aspirasi yang disuarakan lewat aksi jalanan, Ibas berharap unjuk rasa tetap dilakukan secara damai. Ia mengajak masyarakat, aparat keamanan, dan seluruh elemen bangsa untuk menjaga suasana kondusif.

Bimtek Nasional Demokrat sendiri digelar mulai 25 Agustus hingga 2 Oktober 2025 dalam lima gelombang. Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai pemateri, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Demokrat AHY, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta akademisi Prof. Dr. Burhanuddin Muhtadi.

Ibas menekankan, Fraksi Demokrat di DPR RI akan terus mengawal suara publik. Ia menolak generalisasi bahwa semua legislator bertindak arogan. “Kami berbenah. DPR adalah rumah rakyat, bukan tempat untuk menutup mata dan telinga,” ucapnya.

Dengan sikap ini, Demokrat menegaskan komitmennya untuk berada di barisan yang memperjuangkan akuntabilitas keuangan negara serta merespons kritik masyarakat secara terbuka. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|