Stok Beras Premium di Kota Yogya Menyusut, Distributor Waswas Terjadi Kelangkaan

23 hours ago 6
stok berasTPID Kota Yogyakarta saat memantau stok dan harga beras di Gudang Beras Kota Yogyakarta | Jogjakota.go.id

YOGYA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pasokan beras premium di Kota Yogyakarta mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan. Sejumlah gudang dan distributor mengaku stok yang biasanya aman kini menyusut drastis, bahkan hanya seperlima dari kondisi normal.

Temuan itu terungkap saat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan di lapangan, Kamis (28/8/2025). Dari inspeksi di beberapa gudang, terlihat bahwa ketersediaan beras medium relatif stabil, sementara stok beras premium mengalami penurunan tajam.

Pemilik Gudang CV Sinar Mutiara Jogja, Deddy Kusuma, menyebut situasi tahun ini adalah yang terberat sejak lima tahun terakhir. Jika dalam kondisi normal gudangnya bisa menyimpan minimal 100 ton, saat ini stok yang tersedia tak sampai 20 ton.

“Penjualan ikut terpukul. Omzet jelas menurun. Yang paling kami khawatirkan, bila kondisi ini berlangsung lama, beras premium bisa langka di pasaran,” ungkap Deddy.

Menurutnya, penyebab utama berkurangnya suplai adalah banyak pabrik enggan memproduksi beras premium karena harga gabah dari petani masih tinggi, sementara pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah Rp6.500/kg. Akibatnya, margin keuntungan semakin tipis dan sebagian penggilingan memilih menahan produksi.

Padahal, beras premium sangat dibutuhkan kalangan restoran, hotel, katering, hingga program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Deddy menambahkan, pasokan yang biasa ia salurkan ke kios-kios beras juga terpaksa dikurangi. Kemasan kecil 5 kilogram bahkan sudah tidak tersedia karena melampaui HET, sehingga ia hanya menyediakan kemasan 25 kilogram.

“Kalau biasanya sehari bisa menjual sampai 10 ton, kini hanya sanggup 2 sampai 4 ton saja,” tambahnya.

Meski begitu, TPID Kota Yogyakarta memastikan stok beras masih ada dan harga terkendali. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta, Kadri Renggono, menegaskan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan beras, terutama jenis medium maupun beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog.

“Kalau pun ada kekurangan pada beras premium, secara umum kebutuhan masyarakat masih tercukupi. Kami sudah berkomunikasi dengan Bulog, bila diperlukan operasi pasar akan segera digulirkan,” kata Kadri.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani. Menurutnya, harga beras medium di pasar rakyat masih berkisar Rp12.750 – Rp13.500 per kilogram, atau sesuai dengan HET terbaru sebesar Rp13.500/kg. Ia mencatat kebutuhan beras masyarakat Kota Yogya mencapai 4.400 ton per bulan dan sampai saat ini masih dapat dipenuhi.

Sementara itu, tidak semua distributor mengalami penyusutan stok. Direktur PT Pangan Surya Makmur, Arif Budiono, menyatakan ketersediaan beras di gudangnya masih mencukupi. Bahkan, harga jual premium di tempatnya masih di bawah HET, berkisar Rp14.400 – Rp14.700/kg.

“Kami bisa menjaga suplai karena memiliki jaringan pemasok dari berbagai daerah, sehingga distribusi relatif lancar,” ujarnya.

Dengan kondisi beragam di lapangan ini, TPID menegaskan tetap akan memantau perkembangan pasokan dan harga. Jika gejala kelangkaan beras premium semakin nyata, intervensi melalui operasi pasar bakal segera dilakukan. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|