
NGAWI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Literasi keuangan ternyata bisa dikenalkan sejak anak-anak masih duduk di bangku PAUD. Di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, puluhan guru kini mendapatkan pengalaman baru lewat media pembelajaran berupa storybook berbasis teknologi Augmented Reality (AR).
Program inovatif tersebut diinisiasi oleh tim dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kegiatan berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2025 dengan menggandeng Himpaudi Kecamatan Geneng sebagai mitra.

Anggota tim dosen UNS Surakarta, Novedi Risanti Langgi, S.Pd., M.Pd.
sedang memaparkan materinya dalam pelatihan Storybook Berbasis Teknologi Augmented Reality di depan guru-guru PAUD di Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur | Foto: Istimewa
Tim pelaksana diketuai Prof. Dr. Cicilia Dyah Sulistyaningrum, M.Pd., bersama sejumlah dosen UNS lain yakni Anton Subarno, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Novedi Risanti Langgi, S.Pd., M.Pd., Jovita Ridhani, S.Pd., M.Ed., serta Elwas Berdha Krismona, M.Pd. Mereka juga melibatkan dua mahasiswa untuk mendukung pelaksanaan di lapangan.
Menurut Anton Subarno, Ph.D., dosen Teknologi Pendidikan UNS sekaligus pengembang media, kehadiran storybook AR berawal dari kebutuhan guru PAUD di desa yang masih minim akses teknologi pembelajaran.
“Cukup dengan ponsel biasa, guru bisa memindai gambar di buku. Tokoh cerita kemudian muncul dalam bentuk animasi yang bisa bergerak dan berbicara. Anak-anak langsung terlibat aktif,” jelasnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Selain storybook AR, tim UNS juga menyiapkan handbook sebagai panduan bagi guru agar lebih mudah menerapkan materi literasi keuangan pada anak usia dini.
Kegiatan pengabdian ini dibagi dalam tiga kali pelatihan, yakni pada 30 Juli untuk materi pendidikan keuangan anak usia dini, 31 Juli khusus pelatihan penggunaan media AR, serta 16 Agustus untuk model dan metode pembelajaran. Seluruh kegiatan dipusatkan di Gedung Korwil Pendidikan Kecamatan Geneng dan diikuti lebih dari 30 guru PAUD dari berbagai desa.
Para peserta tak hanya dibekali teori, namun juga langsung mencoba menerapkan media digital tersebut di kelas masing-masing.
Ketua Himpaudi Kecamatan Geneng, Mujiati, mengaku takjub dengan pengalaman baru itu. Menurutnya, kehadiran teknologi canggih dalam pembelajaran PAUD membuat suasana belajar jauh lebih hidup.
“Anak-anak sampai bersorak ketika karakter dari buku muncul di layar ponsel. Ini betul-betul menambah semangat mereka,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Prof. Dr. Cicilia Dyah Sulistyaningrum menegaskan, inovasi ini diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas di desa.
“Kami ingin membuktikan bahwa guru di daerah pun bisa menikmati teknologi pembelajaran terkini, tanpa harus menunggu fasilitas besar dari kota,” paparnya.
Akan Diperluas

Prof. Dr. Cicilia Dyah Sulistyaningrum, M.Pd (2 dari kiri) bersama anggota tim menunjukkan produk pengabdian berupa buku cerita | Foto: Istimewa
Dari hasil evaluasi awal, terlihat adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyampaikan materi keuangan secara sederhana kepada anak-anak. Minat belajar siswa pun melonjak ketika media AR digunakan.
Melihat adanya progres dari prpgram kegiatan tersebut, Tim UNS berencana memperluas program ini ke kecamatan lain di Kabupaten Ngawi pada tahun depan, tujuannya agar semakin banyak guru PAUD yang dapat memanfaatkannya. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.