
GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada kejutan manis, lucu dan unik di balik pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
Tim dapur sehat yang setiap hari menyiapkan menu untuk ribuan siswa ternyata mendapat pesan yang unik dari para murid.
Saat kotak-kotak makan itu dikembalikan ke dapur, terdapat tulisan para murid di atas sesobek kertas. Isinya beragam, mulai dari ucapan terima kasih hingga permintaan menu yang kocak.
Misalnya, ada yang menuliskan, “Makasih sudah masak dan nganterin, semangat ya bapak-ibu relawan. Makasih juga buat Pak Prabowo.”
Ada pula yang menulis polos, “Kurang jajanan”. Ada pula murid yang menuliskan kalimat: “Tolong tambahkan sambal bawang”. Ada lagi yang lebih lucu, dengan menulis: Request mie ayam dan apel.
Ekspresi para petugas dapur pun bercampur haru dan tawa saat membaca pesan-pesan spontan itu. “Alhamdulillah, luar biasa. Tidak menyangka anak-anak memberi respon jujur dengan cara seperti itu. Ada yang bikin senyum, ada juga yang bikin terharu,” ujar Muncarno, penanggung jawab dapur sehat Kalurahan Jatiayu, Jumat (22/8/2025).
Menurut Muncarno, catatan sederhana tersebut menjadi penyemangat besar bagi para petugas dapur. Sejak pagi mereka berjibaku menyiapkan ribuan porsi, namun rasa lelah seakan hilang ketika melihat anak-anak makan lahap dan masih sempat memberi apresiasi.
“Surat kecil itu tidak ternilai. Artinya, anak-anak merasa nyaman dan berani menyampaikan keinginannya,” lanjutnya.
Pada tahap awal, MBG di Karangmojo menjangkau 27 sekolah dasar dengan jumlah penerima 2.866 anak. Angka tersebut sesuai dengan target Badan Gizi Nasional (BGN) yang menetapkan batas maksimal 3.000 paket untuk tahap pertama. Tak hanya siswa, ibu hamil juga ikut merasakan manfaatnya karena mendapat tambahan asupan gizi tanpa harus memikirkan biaya ekstra.
Untuk menjaga kualitas, bahan makanan sebagian besar diambil dari hasil pertanian dan peternakan lokal. Sayuran dipasok dari warga sekitar, sementara beras, telur, ikan, dan ayam diusahakan segar setiap hari. “Dengan begitu, dapur sehat bukan hanya memberi gizi, tapi juga menggerakkan ekonomi desa,” jelas Muncarno.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan, turut mengapresiasi antusiasme siswa. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memenuhi standar gizi sesuai acuan BGN, tetapi juga menciptakan kebersamaan antara sekolah, relawan, hingga masyarakat yang terlibat.
Di balik kerja keras tim dapur, secarik kertas bertuliskan “tolong tambahkan sambal bawang” mungkin terlihat remeh. Namun bagi mereka yang setiap hari berkeringat di balik panci dan kompor, itulah hadiah paling berharga: bukti bahwa anak-anak tidak hanya menerima makanan, tapi juga merasa punya ruang untuk didengar. [*] Berbagai sumber
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.