WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Getaran keras gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 yang berpusat di tenggara Pacitan, Jumat (6/2/2026) dini hari, membuat warga Wonogiri terbangun dalam kepanikan. Guncangan terasa jelas di sejumlah wilayah hingga skala III MMI, memicu kerusakan fisik di berbagai titik, mulai dari rumah warga, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga bangunan militer.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dampaknya tidak bisa dianggap ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyampaikan bahwa sejak pagi hari Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen cepat dan pendataan kerusakan. Laporan sementara yang masuk hingga siang hari menunjukkan kondisi warga relatif aman, tanpa laporan korban meninggal, luka-luka, maupun orang hilang. Meski demikian, kerusakan fisik tercatat cukup luas dan merata.
“Prioritas kami adalah keselamatan warga. Hasil pemantauan sementara menunjukkan tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan non-struktural cukup banyak, seperti genteng melorot, plafon ambruk, dan retakan bangunan,” tegas Fuad.
Berdasarkan data sementara BPBD, sedikitnya 11 kecamatan di Wonogiri terdampak gempa, meliputi Tirtomoyo, Giritontro, Jatiroto, Jatipurno, Giriwoyo, Sidoharjo, Jatisrono, Selogiri, Purwantoro, Wonogiri Kota, dan Pracimantoro. Dampak paling terasa terjadi pada fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sehari-hari.
Adapun sejumlah fasilitas yang dilaporkan mengalami kerusakan antara lain:
✓ Fasilitas Kesehatan: plafon Puskesmas Jatisrono 2 mengalami kerusakan, sementara bangunan PKD Ngelo di Desa Dlepih dilaporkan mengalami retak pada beberapa bagian
✓ Fasilitas Pendidikan: atap dan plafon rusak di SDN 3 Dlepih dan SDN 2 Hargantoro, kerusakan bangunan di SMKN 1 Pracimantoro, serta SMK PGRI 2 Wonogiri yang juga mencatat kerusakan peralatan laboratorium komputer
✓ Markas Militer: tembok dan tiang depan Makoramil 07/Tirtomoyo mengalami kerusakan akibat guncangan gempa
Sementara di sektor permukiman, puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap dan plafon. Kerusakan terparah tercatat di Kecamatan Sidoharjo, di mana teras rumah seorang warga roboh setelah pilar penyangga yang sudah rapuh tak mampu menahan guncangan kuat gempa dini hari tersebut. Beruntung, saat kejadian tidak ada penghuni yang berada di area teras.
BPBD Wonogiri mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik. BMKG telah memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, sehingga warga diminta tidak mudah percaya pada isu liar yang beredar di media sosial maupun pesan berantai.
“Kami mengingatkan warga untuk mengecek kembali kondisi bangunan rumah masing-masing. Jika ditemukan retakan yang mengarah ke struktur utama dan membahayakan, segera laporkan ke perangkat desa atau Call Center BPBD Wonogiri agar bisa ditindaklanjuti,” pungkas Fuad. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

15 hours ago
1


















































