Noel Warning Purbaya: Kebijakan Bagus Tapi Ganggu Elit, Siap-siap ke KPK

23 hours ago 4
Purbaya Yudhi Sadewa dan Emanuel Ebenezer | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel kembali melontarkan pernyataan keras terkait Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Noel menilai, kebijakan yang diambil Purbaya selama menjabat justru membuat banyak elit terusik, sehingga berpotensi menyeret Menkeu itu ke pusaran masalah hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Noel usai mengikuti sidang kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/2/2026).

“Hati-hati Pak Purbaya, beliau punya kebijakan begitu bagus, tapi banyak elit akan terganggu,” kata Noel di hadapan awak media.

Noel menyebut, sejumlah kebijakan Purbaya dinilai mengusik kepentingan para “pemain liar” yang selama ini menikmati celah-celah kebijakan negara.

“Karena banyak pemain liar di republik ini, dengan kebijakan Pak Purbaya mereka akan sangat terganggu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Noel kembali mengungkit klaim lamanya soal informasi A1 yang ia peroleh terkait nasib Purbaya. Ia menilai, informasi tersebut kini semakin mengarah pada kebenaran.

“Dan yang enggak kalah penting adalah pernyataan saya pertama tentang Pak Purbaya. Artinya semakin terbukti informasi A1 saya, tinggal sejengkal lagi Pak Purbaya,” ujar Noel.

Ia bahkan menyebut, proses hukum terhadap Purbaya hanya tinggal menunggu waktu.

“Apalagi KPK kemarin bilang ‘saya angkat topi ke Pak Purbaya’ lama-lama Pak Purbaya akan angkat koper dari rumahnya untuk ke KPK, itu pesannya,” kata Noel, seperti dilansir Kompas TV.

Sebelumnya, Noel juga pernah melontarkan peringatan serupa sebelum menjalani sidang pada 26 Januari 2026. Ia mengklaim ada pihak tertentu yang mengincar Purbaya karena merasa kepentingannya terganggu oleh kebijakan Menkeu tersebut.

“Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di Noel-kan’. Hati-hati tuh Pak Purbaya,” ucap Noel kala itu.

Noel menyebut pihak-pihak yang ia maksud sebagai “bandit”, yakni kelompok yang merasa dirugikan karena praktik-praktik lama mereka terganggu, termasuk akibat langkah-langkah Purbaya yang kerap melakukan inspeksi terhadap barang selundupan.

“Siapapun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya, kasihan pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu,” katanya.

Menanggapi berbagai pernyataan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya merespons dengan nada santai. Ia menegaskan perbedaan mendasar antara dirinya dan Noel.

“Noel kan terima duit, gue mah nggak terima duit,” kata Purbaya usai menggelar kegiatan di Kementerian Keuangan, Senin (26/1/2026).

Purbaya menegaskan dirinya tidak pernah menerima uang di luar gaji resmi sebagai pejabat negara.

“Yang penting gue nggak terima duit. Noel kan terima, kayaknya terima ya, terima kan dia. Ya terima, karena gue nggak terima duit,” ujarnya.

Menurut Purbaya, dengan gaji yang diterimanya saat ini, tidak ada alasan baginya untuk melakukan pelanggaran hukum.

“Gaji gue gede di sini, cukup. Jadi kasusnya kecil dan saya nggak tau kenapa Pak Noel ngomong seperti itu,” katanya.

Ia juga menduga pernyataan Noel bisa jadi dipicu faktor personal.

“Mungkin dia sebel sama gue juga, saya nggak tau. Tapi, case seperti itu di saya mungkin amat kecil kemungkinan terjadi. Kecuali saya mulai terima uang di luar gajinya,” tegas Purbaya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|