Pemilik Ulayat Patroli Tiap Jam, Kunjungan Peziarah Mulai Ramai

1 month ago 22

Melihat Aktivitas di TPU Buper Waena Pasca Pemalangan Dibuka

Lebih dari satu bulan TPU Buper Waena dipalang oleh Sarah Kaigere. Selama itu, tak ada jenazah yang dimakamkan di TPU ini, termasuk masyarakat  umum juga tidak bisa  ziarah. Seperti apa kondisi TPU Buper pasca pembukaan palang TPU ini?

Laporan: Robert Mboik-Jayapura

Pemalangan yang terjadi di TPU Buper, yang terdapat makam muslim dan makam Kristen, terasa cukup lama. Warga merasa pemerintah maupun aparat lamban dalam menyelesaikan pemalangan lokasi, yang sudah jelas  dinyatakan resmi milik Pemkot Jayapura ini dengan bukti kepemilikan yang ada.

  Tak ayal, saat pemalangan ini dibuka oleh keluarga besar Suku Kaigere, masyarakat bisa merasa lega. Warga yang berduka, yang sebelumnya kesulitan mendapat tempat pemakaman yang terjangkau, tak lagi kesulita untuk menentukan lokasi makam bagi anggota keluarga yang meninggal.

   Begitu juga, masyarakat muslim, yang tadinya sempat khawatir tidak bisa berziarah ke makam keluarga, terutama menjelang Ramadan, kini juga sudah bisa berziarah dengan leluasa. Termasuk hari-hari tertentu yang menjadi kepercayaan warga untuk waktu yang baik untuk berziarah.

  Pasca pembukaan palang ini, dari keluarga besar suku Kaigere mengaku mereka berpatroli setiap jam, untuk menjamin keselamatan peziarah dan keluarga yang hendak menggunakan fasilitas TPU itu. Hari ketiga, Kamis (13/2) pekan kemarin,  setelah palang dibuka jumlah peziarah yang mendatangi TPU itu nampak sangat banyak.

   Sebab, pasca palang TPU Buper Waena dibuka pihak suku besar Kaigere, butuh waktu selama dua hari bagi warga untuk memastikan kondisi di kawasan pemakaman umum itu betul-betul aman untuk didatangi. Pemberitaan  di media massa menjadi salah satu acuan yang dipakai masyarakat untuk mengetahui dan memastikan perkembangan situasi terkait dengan masalah pemalangan TPU itu.

   “Kami hanya ikuti (berita) di media itu, bahwa setelah palang dibuka, ada dari kelompoknya ibu Sarah Kaigere mengancam akan memalang kembali, bahkan merusak kubur. Jadi kami masih pikir-pikir untuk datang selama dua hari sebelumnya,” ujar Ibu Sinta salah satu peziarah makam islam di TPU Buper Waena, Kamis (13/2).

Melihat Aktivitas di TPU Buper Waena Pasca Pemalangan Dibuka

Lebih dari satu bulan TPU Buper Waena dipalang oleh Sarah Kaigere. Selama itu, tak ada jenazah yang dimakamkan di TPU ini, termasuk masyarakat  umum juga tidak bisa  ziarah. Seperti apa kondisi TPU Buper pasca pembukaan palang TPU ini?

Laporan: Robert Mboik-Jayapura

Pemalangan yang terjadi di TPU Buper, yang terdapat makam muslim dan makam Kristen, terasa cukup lama. Warga merasa pemerintah maupun aparat lamban dalam menyelesaikan pemalangan lokasi, yang sudah jelas  dinyatakan resmi milik Pemkot Jayapura ini dengan bukti kepemilikan yang ada.

  Tak ayal, saat pemalangan ini dibuka oleh keluarga besar Suku Kaigere, masyarakat bisa merasa lega. Warga yang berduka, yang sebelumnya kesulitan mendapat tempat pemakaman yang terjangkau, tak lagi kesulita untuk menentukan lokasi makam bagi anggota keluarga yang meninggal.

   Begitu juga, masyarakat muslim, yang tadinya sempat khawatir tidak bisa berziarah ke makam keluarga, terutama menjelang Ramadan, kini juga sudah bisa berziarah dengan leluasa. Termasuk hari-hari tertentu yang menjadi kepercayaan warga untuk waktu yang baik untuk berziarah.

  Pasca pembukaan palang ini, dari keluarga besar suku Kaigere mengaku mereka berpatroli setiap jam, untuk menjamin keselamatan peziarah dan keluarga yang hendak menggunakan fasilitas TPU itu. Hari ketiga, Kamis (13/2) pekan kemarin,  setelah palang dibuka jumlah peziarah yang mendatangi TPU itu nampak sangat banyak.

   Sebab, pasca palang TPU Buper Waena dibuka pihak suku besar Kaigere, butuh waktu selama dua hari bagi warga untuk memastikan kondisi di kawasan pemakaman umum itu betul-betul aman untuk didatangi. Pemberitaan  di media massa menjadi salah satu acuan yang dipakai masyarakat untuk mengetahui dan memastikan perkembangan situasi terkait dengan masalah pemalangan TPU itu.

   “Kami hanya ikuti (berita) di media itu, bahwa setelah palang dibuka, ada dari kelompoknya ibu Sarah Kaigere mengancam akan memalang kembali, bahkan merusak kubur. Jadi kami masih pikir-pikir untuk datang selama dua hari sebelumnya,” ujar Ibu Sinta salah satu peziarah makam islam di TPU Buper Waena, Kamis (13/2).

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|