JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Berkaca dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri yang tetap eksis melalui partai, rupanya Joko Widodo (Jokowi) yang sudah resmi dipecat dari PDIP pun rupanya ingin tetap berpartai.
Spekulasi mengenai langkah politik Jokowi pasca-berpisah dari PDIP semakin menguat. Salah satu kemungkinan yang mencuat adalah bergabungnya Jokowi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep. Indikasi ini semakin terlihat seiring dengan wacana perubahan nama PSI menjadi PSI Perorangan yang mengusung konsep Partai Super Terbuka, sebuah gagasan yang sebelumnya dikaitkan dengan Jokowi.
Direktur Eks Trias Politika, Agung Baskoro, menilai bahwa peluang Jokowi bergabung dengan PSI masih sangat terbuka. Menurutnya, Jokowi tidak pernah menunjukkan penolakan terhadap konsep Partai Super Terbuka yang kini diadopsi PSI.
“Kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI itu ada. Sejak awal PSI mengambil konsep Partai Super Terbuka, Jokowi terlihat nyaman dan tidak pernah menunjukkan penolakan,” ujar Agung saat dihubungi.
Meskipun demikian, Agung juga tidak menutup kemungkinan bahwa Jokowi memilih untuk tidak terikat dengan partai politik mana pun. Namun, menurutnya, kemungkinan ini kecil mengingat pentingnya kendaraan politik bagi Jokowi untuk mempertahankan pengaruh dan warisannya di panggung nasional.
Agung menjelaskan bahwa Jokowi kemungkinan besar ingin mempertahankan warisan politiknya, sebagaimana yang dilakukan SBY melalui Partai Demokrat dan Megawati dengan PDIP.
“Sedikit banyak beliau ingin legacynya bertahan lama. Jika tidak memiliki kendaraan politik, pengaruhnya bisa memudar, dan sepertinya Jokowi tidak ingin hal itu terjadi,” katanya.
Dengan dinamika politik yang terus berkembang, langkah Jokowi selanjutnya masih menjadi tanda tanya. Namun, sinyal keterkaitannya dengan PSI semakin kuat, terutama jika partai tersebut benar-benar bertransformasi sesuai dengan gagasan politik yang selama ini ia usung.