Heboh! Warga Desa di Sukabumi Ini Ramai-Ramai Joget Wadiwaw demi Saweran TikTok

16 hours ago 5
Tangkapan layar video unggahan akun Instagram @fakta.indo, Rabu (2/4/2025). Aksi puluhan warga sekampung ramai-ramai joget wadiwaw demi saweran live TikTok, viral di media sosial | tribunnews

SUKABUMI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial setelah puluhan warga sekampung terekam berjoget Wadiwaw demi siaran langsung di TikTok. Fenomena ini sontak mengundang perhatian warganet.

Video yang memperlihatkan puluhan warga berkumpul dan berjoget bersama itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @Aalay85, lalu kembali disebarluaskan oleh akun Instagram @fakta.indo. Dalam rekaman yang beredar, tampak para warga yang sebelumnya dikenal sebagai petani mulai beralih menjadi live streamer TikTok demi mendapatkan penghasilan dari donasi pengguna.

Dalam video tersebut, warga berkerumun di area perkampungan dengan ponsel masing-masing. Beberapa di antaranya berjoget, sementara yang lain berinteraksi melalui layar ponsel mereka. Suasana riuh terdengar, layaknya pasar yang ramai. Tak sedikit dari mereka yang bernyanyi mengikuti irama joget Wadiwaw.

Fenomena ini memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang merasa prihatin melihat para petani harus beralih ke dunia live streaming demi mencari penghasilan tambahan. Sejumlah komentar bernada simpati hingga kritik pun bermunculan.

Seorang pengguna Instagram, @ariefsatria_, menulis, “Kasihan banget lihat petani sampai harus live sambil joget buat bertahan hidup. Mereka bukan cari sensasi, tapi cari makan. Harusnya kita bisa lebih peduli dan bantu mereka tetap punya harapan tanpa meninggalkan identitasnya.”

Komentar lain datang dari @adenium_jogjawates, yang menyoroti faktor ekonomi, “Para petani ini benar dan sadar realita harga pupuk tak sebanding dengan tenaga dan hasil panen.”

Sementara itu, ada pula netizen yang mengkritik tren ini, seperti @didieth_ramone yang bertanya, “Pertanyaan gw buat yg nonton live streaming beginian, apa bagusnya?”

Sebelumnya, warga di desa ini sempat kapok melakukan live TikTok setelah salah satu dari mereka, Gunawan Sadbor, ditangkap polisi karena diduga mempromosikan judi online melalui siaran langsung. Kejadian itu sempat membuat desa menjadi sepi dari aktivitas live streaming. Namun, perlahan warga kembali melakukan joget Wadiwaw di TikTok.

Dua polisi yang dikenal sebagai konten kreator, Ipda Herman Hadi Basuki atau Pak Bhabin dan Aipda Monang Parlindungan (MP) Ambarita, turun langsung ke kampung tersebut untuk memberikan sosialisasi terkait bahaya judi online. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan bahwa live streaming diperbolehkan, asalkan tidak digunakan untuk hal yang melanggar hukum.

“Judi online itu sangat berbahaya. Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pokok seperti membeli susu, membayar sekolah, dan makan justru dipakai untuk berjudi. Dampaknya bisa luar biasa, bahkan ada yang sampai nekat melakukan hal-hal tragis,” ujar Pak Bhabin, mengutip Tribun Jakarta.

Warga yang dulu membuka joget mereka dengan intro khas “Beras habis, live solusinya” kini telah merevisi slogan tersebut. Ketika ditanya Ambarita, “Kalau beras habis?”, warga kompak menjawab, “Kerja.”

Pak Bhabin kembali bertanya, “Kerja apa?”

“Joget,” jawab warga, disambut gelak tawa bersama.

Fenomena warga desa yang beralih menjadi live streamer TikTok ini menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi para petani, sekaligus menimbulkan perdebatan mengenai dampak teknologi dan media sosial dalam kehidupan masyarakat pedesaan.

www.tribunnews.com

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|