JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kongres VI PDIP mendatang, bisa jadi bakal menjadi momentum spesial pertemuan antara Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto yang tertunda sekian lama.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto dalam Kongres VI yang akan digelar dalam waktu dekat. Meski belum ada jadwal pasti, juru bicara PDIP Guntur Romli memastikan bahwa undangan kepada Prabowo telah disiapkan.
“Rencananya Kongres akan mengundang Presiden Prabowo Subianto,” ujar Guntur Romli kepada Tempo, Rabu (3/4/2025).
Guntur menjelaskan, jadwal kongres akan ditentukan melalui rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan rapat pleno tersebut akan digelar. Kongres nantinya hanya akan menetapkan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum, tanpa agenda pergantian sekretaris jenderal partai. Struktur kepengurusan partai tetap menjadi kewenangan ketua umum setelah kongres.
Momentum kongres ini dinilai bisa menjadi ajang pertemuan Megawati dengan Prabowo setelah beberapa kali rencana pertemuan mereka batal. Sebelumnya, pada hari pertama Lebaran, Prabowo mengutus putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo, untuk bersilaturahmi ke Megawati. Didit juga bertemu dengan mantan presiden lainnya, seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
Namun, hingga kini, pertemuan langsung antara Megawati dan Prabowo belum juga terlaksana. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, yang turut mendampingi Didit ke kediaman Megawati, menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas politik sama sekali. “Tidak ada pembicaraan politik, hanya sekadar silaturahmi dalam suasana Lebaran,” kata Muzani.
Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, melihat kehadiran Didit sebagai sinyal komunikasi politik antara Prabowo dan Megawati. Menurutnya, Didit dianggap sebagai representasi Prabowo dalam menjalin hubungan dengan elite politik. “Gestur dan perilaku Didit mencerminkan sikap Prabowo. Ia sosok yang diterima banyak kalangan,” ujar Adi.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai kunjungan Didit yang didampingi Ahmad Muzani menunjukkan keseriusan Prabowo dalam membangun komunikasi dengan Megawati. “Kehadiran mereka membawa pesan politik yang kuat,” kata Agung. Bahkan, Didit disebut-sebut telah beberapa kali membuka jalur komunikasi politik yang tidak biasa, termasuk mempertemukan putra-putri mantan presiden dalam acara ulang tahunnya pada 22 Maret lalu.
Sebelumnya, rencana pertemuan Megawati dan Prabowo sempat diatur pada momen ulang tahun Megawati ke-78 pada 23 Januari 2025. Namun, pertemuan itu batal karena Prabowo harus melakukan kunjungan kenegaraan ke India. Meski demikian, komunikasi tetap terjalin melalui telekonferensi pada pertengahan Januari. Dalam percakapan itu, Prabowo sempat berkelakar akan menunda keberangkatannya ke India demi bisa menghadiri ulang tahun Megawati. Bahkan, Megawati sempat menitipkan minyak urut kepada Prabowo melalui Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah.
Meski sinyal rekonsiliasi terlihat, hubungan Megawati dan Prabowo mulai merenggang pada pertengahan Februari 2025. Sumber internal PDIP mengungkapkan bahwa saat Megawati berada di Madinah, Arab Saudi, pada 12 Februari, ia menerima kabar bahwa gugatan praperadilan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus Harun Masiku bakal ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sehari kemudian, hakim tunggal Djuyanto resmi menolak permohonan Hasto.
Dengan segala dinamika yang terjadi, Kongres VI PDIP bisa menjadi panggung yang menentukan arah hubungan politik Megawati dan Prabowo ke depan. Apakah akan menjadi momen rekonsiliasi atau justru semakin mempertegas jarak di antara keduanya, masih menjadi tanda tanya besar.